- Back to Home »
- Sekedar Menengok Rindu
Posted by : hamam leha-leha
Minggu, 08 Maret 2015
Kebohongan yang kau tebarkan kadang membuatku kecewa. Entah karna kau telah melanggar norma agama atau karena memang prinsipku yang terlalu kaku memegang ungkapan "jujur".
![]() |
| Mutiara Abad Baru |
Semenjak kau diam karna kebohongan yang telah kau tebarkan padaku atau karena sesuatu hal lain yang mengakibatkan kau tak berani menjawab kata-kata dariku. Duhai hawa, meski kau telah melakukan kesalahan yang tak kau sengaja mungkin akan ku maafkan, entah rasa iba atau suka yang telah menghampiriku untuk memaafkan tingkah lakumu.
Tuhan inikah yang dinamakan jatuh cinta?, kadang aku merasa bila dekat dengatnya serasa aku semakin bertambah untuk terus dekat kepada-Mu. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati atau malah ini sebuah dosa besar yang akan aku emban sehingga butuh untuk terus mendekatkan diri kepada-Mu.
Sudah lama aku tak berhubungan lagi denganmu dan sudah berkali-kali aku ingin menghapus ingatan tentangmu di memoryku. Tapi hal itu tak bisa aku lakukan karena kau telah menjelma disetiap langkah dan tindakanku yang seolah-olah kau telah bermukim disaraf nadiku. Inilah yang aku anggap sebuah kesalahan karna mengenalmu atau sebuah keberuntungan telah mengenalmu. mungkin tuhan yang mampu menafsirkan makna bertemu denganmu.
Sabtu (07/03/15) aku pulang ke kampung halaman. Ada sepucuk panggilan dari ibu yang ingin mengadakan hajatan kecil di rumah. Sebenarnya akau tak ingin pulang, karena aku takut akan tambah benih-benih mengingatmu. Tapi ego itu aku sampingkan demi ibu tercintaku yang telah melahirkan dan mendidikku dan dari ibuku Tuhan menitipkan aku.
Sudah dua hari ini aku dirumah, entah kenapa bayanganmu terus datang disetiap aku langkahkan kakiku untuk keluar rumah. Satu hari di rumah, aku sibukkan untuk membantu ibu mempersiapkan acara hajatan keluarga. Hari kedua, sudah mulai aku nganggur seperti barang rosok yang telah lama tidak terpakai, kusut, karatan, dan tak sedap dipandang. mungkin itu cocok disandarkan buatku yang sehari mager di depan layar Tv.
Karna tanpa kegiatan itulah aku mulai memikirkan segala sesuatu, baik tentang kegiatan di Jogja baik tentang akademik maupun organisasi. karena minggu ini akan ada festival dolanan tempo dulu dan pada minggu itu juga aku ingin seminar skripsi. Tapi dari hal itu kau juga masuk dalam ingatanku, karena kau hanya berjarak beberapa meter dari hadapanku. Akhirnya aku beranikan untuk mendekat kepadamu dengan berlahan-lahan aku mendekatimu meski tak menjumpaimu.
Aku hanya melintas di depan halaman rumahmu dan menengok bangunan yang tak asing bagiku selama bertahun-tahun aku tinggalkan. Mungkin dengan melintas di depan rumahmu membuatku lega karana raga dan jiwa ini terasa dekat, dekat sekali. Dan mendekatimu mesti aku tak melihat wajahmu, sidikit mengobati rasa rinduku. Semoga kau juga merasakan getaran yang sama.
Cintaku memang sedikit gila atau bahkan bisa dikata cinta suci, sesuci pakaian orang yang sedang thowaf di hadapan Sang Ilahi. Duhai hawa, bukannya aku tidak mau menjumpaimu tapi aku takut bertemu denganmu atau malah aku takut merusak kehormatanmu. Maafkan aku, kalau aku menuliskan setitik goresan sejarah tentangmu.
@Queen Kim-Am
